Gangguan Mental Emosional Pada Remaja melalui Edukasi dan Deteksi Dini Kesehatan Mental di SMA Antang Makassar

Authors

  • M. Agus Jabir STIKes Yapika Makassar, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35335/nauli.v5i1.376

Keywords:

Remaja, Gangguan Mental Emosional, Kesehatan Mental, Skrining, Edukasi

Abstract

Gangguan mental emosional pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Masa remaja sebagai periode transisi biologis, psikologis, sosial, dan emosional menyebabkan remaja rentan mengalami stres, kecemasan, depresi, serta masalah penyesuaian diri. Rendahnya literasi kesehatan mental mengakibatkan banyak remaja belum mampu mengenali gejala awal sehingga terlambat memperoleh pertolongan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan mental, mengenalkan tanda dan gejala gangguan mental emosional, serta melakukan deteksi dini menggunakan instrumen skrining sederhana. Kegiatan dilaksanakan di SMA Antang Makassar pada September 2026 dengan melibatkan 60 siswa kelas X dan XI. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi, simulasi manajemen stres, latihan relaksasi napas dalam, skrining menggunakan Self Reporting Questionnaire (SRQ-20), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 58,3 menjadi 88,1 setelah edukasi. Hasil skrining menunjukkan sebagian besar peserta tidak berisiko mengalami gangguan mental emosional, sementara beberapa peserta memerlukan tindak lanjut berupa konseling. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali gejala stres, kecemasan, dan depresi ringan serta memahami langkah awal untuk memperoleh bantuan profesional. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mental yang dipadukan dengan deteksi dini efektif meningkatkan literasi kesehatan mental remaja dan mendorong perilaku positif dalam menjaga kesehatan psikologis. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi sekolah, puskesmas, guru, orang tua, dan tenaga kesehatan.

References

American Psychiatric Association. Diagnostic and statistical manual of mental disorders. 5th ed. Text Revision. Washington DC: American Psychiatric Association Publishing; 2022.

Centers for Disease Control and Prevention. Adolescent and school health. Atlanta: CDC; 2024.

Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza. Pedoman pelayanan kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.

Goodman R. The Strengths and Difficulties Questionnaire: A research note. J Child Psychol Psychiatry. 1997;38(5):581–6.

Hockenberry MJ, Wilson D. Wong's nursing care of infants and children. 12th ed. St. Louis: Elsevier; 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Nasional Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan; 2024.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelaksanaan skrining kesehatan jiwa pada remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2022.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.

M. Agus Jabir ; dr. Rezqiqah Aulia Rahmat ; Rosida ; Dr. Rahmat Pannyiwi ; Rachmat Ramli. Keperawatan Jiwa: Teori, Praktik, dan Pendekatan Holistik. No. ISBN: 978-634-96835-4-8. Penerbit AGDOSI Makassar.

https://agdosi.com/2025/11/26/keperawatan-jiwa-teori-praktik-dan-pendekatan-holistik/

M. Agus Jabir, Rezqiqah Aulia Rahmat, Abdul Rahim, & Halbina Famung Halmar. (2026). Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok terhadap Peningkatan Interaksi Sosial pada Pasien Gangguan Jiwa. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(3), 974–981. Retrieved from https://jurnal.agdosi.com/index.php/Barongko/article/view/1186

Pannyiwi, R., Ali, A., & Yulis, D. M. (2025). Hubungan Peran Keluarga Dengan Perilaku Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja di Kabupaten Sidenreng Rappang. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 184–190. https://doi.org/10.59585/jimad.v2i3.855

Pannyiwi, R., Azis, M. N. S. A., & Rahmat, R. A. (2025). Analisis Kendala Perawat Dalam Melaksanakan Komunikasi Terapeutik Di Lingkungan Pelayanan Kesehatan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 231–243. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.921

Riswanti, R., Jabir, M. A., & Cakrawati R, C. R. (2026). Pelatihan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Sebagai Intervensi Non Farmakologis Untuk Mengurangi Stres Masyarakat. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 1316–1323. Retrieved from https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1271

Stuart GW. Principles and practice of psychiatric nursing. 11th ed. St. Louis: Elsevier; 2021.

Serly Sani Mahoklory ; Rizki Andita Noviar ; Angriawan, dkk (2025). MANAJEMEN BENCANA: Strategi Mitigasi, Kesiapsiagaan, dan Pemulihan. No. ISBN: 978-634-96621-3-0.

https://agdosi.com/2025/11/09/manajemen-bencana-strategi-mitigasi-kesiapsiagaan-dan-pemulihan/

Townsend MC, Morgan KI. Psychiatric mental health nursing: Concepts of care in evidence-based practice. 10th ed. Philadelphia: F.A. Davis Company; 2023.

United Nations Children's Fund. The state of the world's children 2021: On my mind—Promoting, protecting and caring for children's mental health. New York: UNICEF; 2021.

World Health Organization. Adolescent mental health. Geneva: WHO; 2024.

World Health Organization. Comprehensive mental health action plan 2013–2030. Geneva: WHO; 2021.

World Health Organization. Mental health atlas 2023. Geneva: WHO; 2024.

World Health Organization. Mental health: Strengthening our response. Geneva: WHO; 2023.

World Health Organization. Self Reporting Questionnaire (SRQ): User's guide. Geneva: WHO; 1994.

World Health Organization. World mental health report: Transforming mental health for all. Geneva: WHO; 2022.

Downloads

Published

2026-07-04